Lokasi: Bisnis >>

Pidato Prabowo Realistis, Pasar Tenang, Rupiah Menguat

Bisnis5 Dilihat

RingkasanPengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pidato Presiden Prabowo Subianto lebih realistis dan fokus pada kondisi ekonomi nasional sehingga mampu meningkatkan optimisme pasar. "Bagus pidatonya....

Pidato Prabowo Realistis,<strong></strong> Pasar Tenang, Rupiah Menguat

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pidato Presiden Prabowo Subianto lebih realistis dan fokus pada kondisi ekonomi nasional sehingga mampu meningkatkan optimisme pasar. "Bagus pidatonya. Di luar dugaan, bagus, sesuai dengan koridor fakta yang ada. Intinya di sini bahwa Pak Prabowo ini menargetkan pertumbuhan tahun 2027 itu di 5,8 sampai 6,5 persen," tutur Ibrahim saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (20/5/2026).

Pemerintah juga menargetkan defisit fiskal berada di kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Target tersebut menunjukkan pemerintah berupaya menjaga disiplin fiskal. Ibrahim juga menyoroti target nilai tukar rupiah dalam APBN 2027 yang dipatok di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. "Ini sudah cukup bagus. Artinya nih bener-bener Pak Prabowo mengikuti arahan-arahan dari pembantu-pembantu presidennya. Kemarin kan berbeda, kemarin (tahun lalu target) Rp 16.500, nyatanya kan Rp 17.600. Jadi sedikit terganggu," jelasnya.

Menurut Ibrahim, pasar menyambut positif pidato Presiden karena lebih menitikberatkan pada perbaikan ekonomi nasional dibanding retorika politik. "Pidato ini sebenarnya membuat pasar itu senang. Dengan pidato presiden yang menurut saya nggak berapi-api kayak sebelumnya. Tetapi benar ini menyasar terhadap bagaimana kondisi ekonomi Indonesia itu membaik," terangnya. Ia menambahkan, peluang rupiah kembali menguat hingga di bawah level Rp 17.000 masih terbuka, terutama jika harga minyak dunia tetap terkendali dan tidak ada eskalasi geopolitik di Timur Tengah. "Semoga di tahun 2027 tidak ada perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz, sehingga harga minyak ini bisa di bawah 80 dolar per barel," ujar Ibrahim.

Tags:

Artikel Terkait