Lokasi: Teknologi >>

Pidato Prabowo Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Ideologi

Teknologi62 Dilihat

RingkasanTamsil Linrung menilai Pidato Presiden Prabowo dalam sidang paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) menunjukkan keberanian membangun arsitektur ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil dan cita-cita Ekonomi Pancasila. Tamsil Linrung menyikapi pidato presiden tersebut sebagai ekspresi keberpihakan yang sangat jelas terhadap rakyat kecil, daerah, dan cita-cita ekonomi Pancasila....

Pidato Prabowo Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Ideologi

Tamsil Linrung menilai Pidato Presiden Prabowo dalam sidang paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) menunjukkan keberanian membangun arsitektur ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil dan cita-cita Ekonomi Pancasila.

Tamsil Linrung menyikapi pidato presiden tersebut sebagai ekspresi keberpihakan yang sangat jelas terhadap rakyat kecil, daerah, dan cita-cita ekonomi Pancasila. "Ini bukan sekadar pidato fiskal tahunan, melainkan penegasan arah ideologis pembangunan nasional," ujar Tamsil. Ia menilai konsep yang disampaikan Presiden menegaskan negara tidak boleh absen, pasar perlu tumbuh, dunia usaha perlu berkembang, tetapi negara harus memastikan hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok yang sudah kuat. "Spirit keadilan distributif dan semangat yang kuat menarik yang lemah adalah substansi utama," kata Tamsil.

Menurut Tamsil, konsep tersebut merupakan energi baru untuk memperkuat kolaborasi antara negara, swasta, koperasi, UMKM, dan masyarakat dalam membangun Indonesia. "Indonesia tidak boleh dibangun dengan logika pertumbuhan yang eksklusif," tegasnya. Arahan Presiden kepada bank-bank pemerintah harus dibaca sebagai mandat konstitusional untuk menghadirkan keadilan. Tamsil menyoroti paradoks dalam akses pembiayaan nasional, di mana kelompok usaha besar lebih mudah memperoleh kredit murah, sementara pelaku usaha kecil justru dibebani bunga lebih tinggi dan persyaratan lebih rumit. "Presiden benar ketika mengatakan bahwa situasi seperti itu sudah di luar akal sehat. UMKM, petani, nelayan, dan generasi muda pelaku usaha harus mendapatkan prioritas pembiayaan. Mereka adalah fondasi," pungkas Tamsil.

Tags:

Artikel Terkait