Lokasi: Berita >>
TKA Tidak Tercantum di Ijazah, Ini Penjelasannya
Berita476 Dilihat
RingkasanTKA tidak diposisikan sebagai ujian kelulusan, melainkan sebagai alat ukur yang bersifat diagnostik dan komparatif untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran secara nasional. Pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP pada tahun 2026 telah dijadwalkan secara resmi, dengan TKA SMP berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara TKA SD dilaksanakan pada 20–30 April 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GLADI-BERSIH-TKA-1.jpg)
TKA tidak diposisikan sebagai ujian kelulusan, melainkan sebagai alat ukur yang bersifat diagnostik dan komparatif untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran secara nasional. Pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP pada tahun 2026 telah dijadwalkan secara resmi, dengan TKA SMP berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara TKA SD dilaksanakan pada 20–30 April 2026. Setelah seluruh rangkaian ujian selesai, hasil TKA akan melalui proses pengolahan data dan verifikasi pada 18–23 Mei 2026, sebelum akhirnya diumumkan secara serentak pada 24 Mei 2026.
Tujuan utama dari TKA adalah untuk memperkuat sistem penilaian pendidikan yang lebih objektif dan terstandar secara nasional. Selama ini, penilaian di sekolah cenderung memiliki variasi antar daerah dan satuan pendidikan, sehingga diperlukan instrumen tambahan yang dapat memberikan gambaran lebih adil dan terukur. TKA hadir bukan untuk menggantikan penilaian sekolah, melainkan untuk melengkapinya sebagai bagian dari ekosistem evaluasi pendidikan yang lebih komprehensif.
Siswa yang merasa siap dapat mengikutinya, sementara yang tidak mengikuti tidak akan mendapatkan sanksi atau hambatan dalam kelulusan. Namun, hasil TKA memiliki nilai strategis karena dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan, termasuk jalur prestasi, serta berbagai proses seleksi akademik lainnya. Karena itu, keputusan untuk mengikuti TKA tetap perlu dipertimbangkan dengan matang sebagai bagian dari investasi akademik jangka panjang. Dalam praktiknya, TKA dirancang sebagai asesmen berbasis komputer yang menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur masing-masing daerah.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/1yz3dpszb.html
Artikel Terkait
Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
BeritaPemerintah mewacanakan legalisasi rokok tanpa pita cukai, namun Yenti Garnasih, pengamat hukum pidana, menilai pendekatan itu tidak tepat dan berisiko merusak fondasi penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, kebijakan fiskal harus diimbangi aspek hukum pidana, terutama dalam konteks kejahatan ekonomi....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPimpinan Komisi III Minta Komunitas Motor Tak Sekadar Touring
BeritaSahroni menekankan pentingnya kontribusi nyata komunitas motor bagi masyarakat melalui aksi sosial dan kegiatan kemanusiaan. "Komunitas motor itu bagian dari masyarakat, jadi ukurannya bukan hanya dari seberapa jauh kita touring, tapi juga dari seberapa besar manfaat yang kita berikan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKPK Rilis Harta Prabowo Rp2 Triliun, Nihil Utang
BeritaPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp 2. 066....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
- Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Kasus K3
- BNPB Peringatkan Warga Waspada Bencana Musim Pancaroba
- Bamsoet Tekankan Peran Kebangsaan di HUT ke-8 Motor Besar
- Maia Estianty Haru Alyssa Daguise Melahirkan Normal
- Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Apakah Sah?
Artikel Terbaru
Alyssa Daguise Syak Peluk Baby Soso, Tanya Ini Nyata?
Kemenag: Awal Zulhijah 1447 H Jatuh 18 Mei 2026
Revisi UU Pemilu 2029 Tak Bisa Ditunda Lagi
Nadiem Makarim Tahanan Rumah, Dipasang Gelang Deteksi
Rangkap Jabatan di Danantara Dinilai Ganggu Kinerja
Noel Ebenezer Minta Tuntutan Ringan Kasus Pemerasan K3
Tautan Sahabat
- Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
- Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000, Pengamat Usul Hentikan MBG
- Jaringan Irigasi 14 Km Dibangun untuk Swasembada Pangan
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
- Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
- Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
- Indonesia-Belarus Perkuat Hubungan Ekonomi dan Perdagangan
- Pendapatan Aset GBK Tembus Rp812 Miliar di 2025
- Zulhas Janjikan Skema SPPG Beli Ikan Nelayan
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka