Lokasi: Kesehatan >>
Kemenag Buka Beasiswa Doktor Kajian Keagamaan 2026
Kesehatan478 Dilihat
RingkasanProgram Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri resmi diluncurkan melalui kerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal serta mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kemenag-Buka-Beasiswa-Program-Doktor-Kajian-Keagamaan-2026.jpg)
Program Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri resmi diluncurkan melalui kerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal serta mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner.
Ruchman, selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), menyatakan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan peneliti dan akademisi yang mampu mengembangkan peran agama dalam menjawab isu strategis global. Pendekatan interdisipliner mendorong peserta menghasilkan riset orisinal dengan metodologi mutakhir yang relevan dengan tantangan dunia seperti perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan. "Kami ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu membawa perspektif lokal ke panggung global, terutama dalam membangun narasi keagamaan yang moderat dan solutif," ungkap Ruchman.
ICRS merupakan kolaborasi tiga perguruan tinggi ternama di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Peserta yang lolos seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit dapat memilih program studi seperti Kajian Agama dan Lintas Agama, Studi Perdamaian dan Konflik, serta Pembangunan Berkelanjutan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/0kosa2key.html
Artikel Terkait
Inggris Borong Obat Avigan dari Jepang Antisipasi Hantavirus
KesehatanJepang menyalurkan bantuan obat antiviral Avigan ke Inggris sebagai respons cepat mengantisipasi lonjakan wabah. Langkah ini menunjukkan keseriusan kerjasama bilateral kedua negara....
Baca Selengkapnya50 Kunci Jawaban Soal PKN Kelas 5 Semester 2
KesehatanUjian ini diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama satu semester. Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam kegiatan tersebut adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)....
Baca SelengkapnyaLokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Yogyakarta 2026
KesehatanUPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Apple Perketat Akses Education Store di Berbagai Negara
- 65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dan Kunci Jawaban
- KKP Buka PENTARU 2026, Ini Daftar Sekolah dan Syarat
- SPMB Jabar 2026: Daftar SMA SMK Maung dan Bedanya
- Ducati Coba Bangkit di MotoGP Catalunya 2026, Jumat
- Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Tentara Israel Tangkap Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- Pembekalan LPDP untuk TNI: Relevan bagi Akademik?
- Israel Bangun Markas IDF di Bekas Kantor PBB Yerusalem
- Senat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih
- Murray Valley Tewaskan 2 Orang di Australia Akibat Virus Nyamuk
- Dubes Kuba Paparkan Dampak Tekanan AS ke Megawati
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- Ekonomi Israel Minus 3,3 Persen Akibat Perang Lawan Iran
- Rusia Tuduh AS Ingin Kuasai Energi Global Lewat Trump