Lokasi: Hikmah >>

Peringati Hari Teh Internasional dengan Rasa Berkualitas

Hikmah8 Dilihat

RingkasanTeh telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, dan menyuguhkan teh kepada tamu menjadi simbol keramahan yang lekat dalam keseharian berbagai keluarga Indonesia. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS 2023 – 2024 juga menunjukkan bahwa teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia setelah air putih....

Peringati Hari Teh Internasional dengan Rasa Berkualitas

Teh telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, dan menyuguhkan teh kepada tamu menjadi simbol keramahan yang lekat dalam keseharian berbagai keluarga Indonesia. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS 2023 – 2024 juga menunjukkan bahwa teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia setelah air putih. Namun tidak semua daun teh muda berakhir menjadi minuman teh berkualitas karena menurut Food and Agriculture Organization (FAO), faktor seperti ketinggian lahan, suhu udara, curah hujan, dan kelembapan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman teh serta profil rasa yang dihasilkan.

Perkebunan di dataran tinggi dengan suhu lebih sejuk umumnya menghasilkan daun teh dengan pertumbuhan lebih lambat dan menghasilkan karakter dengan aroma yang lebih khas dan wangi. Dalam industri teh, pertumbuhan yang lebih lambat justru dianggap ideal karena memberi tanaman lebih banyak waktu untuk membentuk senyawa alami seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial yang berperan dalam menciptakan aroma kaya, lapisan rasa lebih mendalam, serta karakter seduhan halus. Kabut di kawasan pegunungan juga membantu menyaring paparan sinar matahari langsung sehingga tanaman dapat berkembang lebih optimal tanpa menghasilkan sensasi terlalu tajam saat diminum. Pemahaman terhadap proses alami tersebut menjadi fondasi yang dijaga para produsen teh seperti Sosro yang memiliki perkebunan sendiri.

Sebagai perusahaan teh siap saji dan teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan dunia, Sosro menjaga standar bahan baku teh tetap konsisten mulai dari perkebunan dengan memilih kebun teh di sejumlah wilayah dataran tinggi Jawa Barat, seperti Cukul di Pangalengan, Neglasari di Garut, Gunung Satria dan Sambawa di Tasikmalaya, hingga Gunung Manik, Gunung Rosa Djaya, dan Gunung Cempaka di Cianjur karena wilayah tersebut memiliki suhu sejuk serta kelembaban yang mendukung pertumbuhan daun teh muda berkualitas. Menghasilkan teh dengan cita rasa konsisten juga membutuhkan ketelitian manusia dalam menentukan daun teh muda yang dipetik, waktu terbaik memetik, hingga perlakuan setelah dipetik agar memenuhi standar layak olah. Daun teh muda menjadi bagian paling dijaga karena memiliki kandungan dan karakter rasa terbaik, sehingga proses pemetikan dilakukan tenaga terampil secara manual dan menggunakan mesin petik baterai ramah lingkungan dengan tetap menjaga kualitas daun teh layak olah serta kesehatan tanaman teh agar produktivitasnya tinggi. Setelah dipetik, daun teh muda tidak dapat dibiarkan terlalu lama sebelum diproses karena paparan suhu dan udara dapat mengubah profil aroma dan kesegaran, sehingga kecepatan penanganan dari perkebunan hingga pengolahan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas.

Tags:

Artikel Terkait