Lokasi: Kesehatan >>

Beasiswa Doktoral Unpad 2026 Dibuka, Ini Syaratnya

Kesehatan3591 Dilihat

RingkasanUniversitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad....

Beasiswa Doktoral Unpad 2026 Dibuka,<strong></strong> Ini Syaratnya

Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad.

Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S2 berprestasi yang memiliki motivasi akademik tinggi dan potensi penelitian yang kuat. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pembiayaan, sehingga mahasiswa diharapkan dapat fokus menyelesaikan studi doktoral tepat waktu dan menghasilkan riset berkualitas. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain: Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), serta memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad) dengan nilai minimal 525 yang masih berlaku.

Sebagai alternatif, calon pendaftar juga dapat menggunakan sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari institusi penyelenggara resmi lainnya yang diakui Unpad, seperti PLTI Himpsi, UGM, UNAIR, UI, atau BAPPENAS. Dengan dukungan pembiayaan penuh dan bimbingan dari para promotor unggul, program BPDP diharapkan dapat mencetak doktor-doktor berkualitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia.

Tags:

Artikel Terkait

  • Gideon Tengker Bantah Damai, Ngaku Diblokir Nagita

    Kesehatan

    Raffi Ahmad, Nagita Slavina, serta ketiga cucu mereka, Rafathar, Rayyanza, dan Lily, turut menjadi sorotan dalam konflik keluarga yang melibatkan Gideon Tengker. Konflik ini berawal dari laporan Gideon terhadap mantan istrinya, Rieta Amilia, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen kesepakatan perceraian di masa lalu....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya
  • Letjen Richard Tampubolon Tinjau Rekonstruksi Pascabencana Tapteng-Tapsel

    Kesehatan

    Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Richard bersama rombongan meninjau langsung sejumlah titik pembangunan infrastruktur pascabencana di Tapanuli Utara, mulai dari perbaikan jalan Tarutung-Sipirok, pembangunan jembatan bailey di Desa Lubuk Ampolu, hingga lokasi hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Fasilitas tersebut dibangun bekerja sama dengan Musim Mas sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan mendesak warga, khususnya akses air bersih....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya
  • Dua Ibu Tangis, Relawan Indonesia Dicegat Israel

    Kesehatan

    Dua relawan asal Indonesia, As’ad Aras Muhammad (33) warga Kabupaten Sinjai dan Andi Angga Prasadewa warga Kota Kediri, dilaporkan ditangkap setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat tentara di perairan internasional saat dalam misi pengiriman bantuan kemanusiaan. Di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, suasana haru menyelimuti rumah keluarga As’ad....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya