Lokasi: Gaya Hidup >>

Ketua Komisi II DPR Minta Juri LCC MPR Kalbar Di-blacklist

Gaya Hidup5 Dilihat

RingkasanAlumni SMAN 1 Pontianak, Rifqinizamy, menuntut permintaan maaf dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan dewan juri atas dugaan ketidakadilan dalam lomba Grup C pada Sabtu, 9 Mei 2026. Polemik ini bermula dari protes peserta asal SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan karena jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri....

Ketua Komisi II DPR Minta Juri LCC MPR Kalbar Di-blacklist

Alumni SMAN 1 Pontianak,Rifqinizamy, menuntut permintaan maaf dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan dewan juri atas dugaan ketidakadilan dalam lomba Grup C pada Sabtu, 9 Mei 2026. Polemik ini bermula dari protes peserta asal SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan karena jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri.

Dalam perlombaan tersebut, peserta Grup C mendapat pengurangan nilai lima poin setelah jawaban mereka dinyatakan salah. Namun, pada pertanyaan yang sama, Grup B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh tambahan 10 poin meski memberikan jawaban dengan substansi serupa. Rifqinizamy mengaku kecewa dengan kinerja dewan juri. “Adik-adik kami dari SMAN 1 Pontianak telah memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan bagaimana mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang jawabannya baik secara konstitusional maupun normatif benar. Namun, kemudian oleh juri dinyatakan salah,” kata dia dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Senin, 11 Mei 2026.

Rifqinizamy telah berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI sebagai penanggung jawab kegiatan. “Institusi MPR sebagai penanggung jawab kegiatan ini harus meminta maaf kepada publik,” katanya menegaskan. Dia juga meminta juri meminta maaf dan memberikan klarifikasi karena telah membuat kesalahan fatal. Selain itu, Rifqinizamy mendesak MPR RI untuk segera memulihkan nama baik peserta yang dirugikan. Persoalan ini terjadi pada sesi pertanyaan rebutan tentang mekanisme pemilihan anggota BPK, di mana satu peserta dinyatakan salah dan nilainya dikurangi, sementara kelompok lain mendapat penilaian benar dan tambahan poin.

Tags:

Artikel Terkait