Lokasi: Otomotif >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Otomotif93124 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/a2ptesust.html
Artikel Terkait
16 Maskot Piala Dunia: Willie hingga Maple, Zayu, Clutch
OtomotifPiala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang menjadi edisi ke-16 secara berturut-turut yang menghadirkan maskot resmi. Maskot pertama dalam sejarah Piala Dunia adalah Willie, seekor singa yang menjadi simbol nasional Inggris....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaIDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
OtomotifIDAI menilai kebijakan distribusi susu formula secara massal tanpa indikasi medis berpotensi bertentangan dengan rekomendasi kesehatan global, regulasi nasional, hingga prinsip perlindungan ASI eksklusif. Bagi masyarakat awam, isu ini bukan hanya soal pilihan susu untuk anak, melainkan berkaitan langsung dengan hak bayi mendapatkan ASI, risiko kesehatan jangka panjang, hingga arah kebijakan gizi nasional Indonesia ke depan....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
OtomotifTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Prakiraan Cuaca Sulbar 21 Mei: Mamuju Berawan, Mamasa Hujan
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Omo X Suspensi Double Wishbone Nyaman di Jalan Rusak
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Tautan Sahabat
- SMAN 112 Jakarta Perkuat Mitigasi Dua Tahun Pascakebakaran
- Libur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan
- Dugaan Prostitusi Anak Libatkan WNA, Belum Ada Bukti Valid
- Polisi Dalami Asal Senpi Tersangka Pembegalan di Jakarta
- Polisi Amankan 3 Pemuda Curi Kabel di Pademangan
- Anak Ahmad Bahar Lapor Polisi, Hercules Disangka Sekap
- Wapres Gibran Tinjau Proyek MRT Fase 2A HI-Monas
- Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Naik Pangkat Komjen
- Helita Digital: Kesiapan OPD Kunci Respons Aduan Masyarakat
- Tabrakan Beruntun di Tol JORR Cakung, Dua Tewas